Janji Pembaharuan Hidup Untuk Jadi Saksi-Nya

Bagaimana perjalanan komitmen anda sejak Rabu Abu hingga Minggu pra paskah 1 ini? Semua komitmen kita adalah sebuah kerinduan untuk melakukan pembaharuan hidup untuk jadi saksi-saksi Tuhan. Mengapa kita melakukannya? Tidak lain karena kita tahu bahwa kita telah berjanji pada Tuhan untuk hidup jadi sanksi-Nya.

Memegang janji tidaklah mudah. Tidak semudah membuatnya. Tidak heran jika sebagian orang berprinsip lebih baik tidak berjanji, daripada nanti menyesal dan merasa bersalah karena gagal menepatinya. Menepati janji menjadi salah satu tolok ukur ‘prestasi’ kita dalam relasi dengan sesama. Semakin sering ingkar janji, semakin sulit orang mempercayai kita. Janji diucapkan, janji dilupakan. Kekecewaan berulang ini menyebabkan manusia makin ragu untuk percaya kepada janji. Termasuk untuk percaya kepada janji Tuhan!

Nuh percaya penuh pada janji Tuhan. Kepercayaan tersebut dibuktikan dengan ketaatannya ketika Tuhan menyuruh membuat bahtera di atas bukit (Kejadian 6)! Tuhan yang merasa menyesal telah menciptakan manusia (Kej 6:6), tetap memberikan kasih karunianya kepada Nuh (Kej 6:8). Anugerah yang dibarengi dengan ketaatan. Pada akhirnya, Tuhan senang dengan ketaatan Nuh dan berjanji memberkati Nuh dan keturunannya, dan tidak akan membinasakan mahluk hidup lewat air bah lagi (Kej 9:9-17).

Janji Allah untuk menyelamatkan manusia digenapi dalam diri Yesus Kristus. Dalam masa Pra-Paska ini kembali kita mengingat janji tersebut. Ketika dibaptis, Allah Bapa sendiri menyatakan identitas Yesus sebagai Anak Allah, dan Roh Kudus turun untuk meneguhkan identitas-Nya (Mrk 1 : 9-11). Anak Allah menepati janji Bapa dengan merendahkan diri menjadi sama dengan manusia, dihina dan disiksa, mati di kayu salib – untuk menebus dosa kita (1 Pet 3 : 18). Kebangkitan dan kemenangan-Nya atas kuasa maut membuktikan bahwa janji-Nya benar. Bahwa percaya dan bersandar kepada janji-Nya tidak akan pernah mengecewakan. Tuhan Yesus telah berjanji. Dengan iman kita percaya. Dengan penuh harap kita menyongsongnya. Dengan kesabaran kita menantinya. Ingatlah: Janji TUHAN adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah. (Mazmur 12:7)

Leave a Reply